Hydrant Dan Safety Equipment

Hydrant adalah sistem salah satu pemadam kebakaran yang terhubung dengan sumber air yang bertekanan dan mendistribusikan air ke lokasi pemadaman dengan laju yang cukup. Alat ini bermanfaat untuk pemadaman api tanpa membuat penggunanya khawatir terjadinya kekurangan pasokan air.

Hydrant sendiri terdiri atas dua jenis yaitu hydrant Pillar dan Hydrant Box. untuk mengenal Sistem Hydrant ini sangat Gampang dikenali karena letaknya yang akan mudah didapati serta dicat dengan warna merah yang sangat mudah terlihat. penempatan Hydrant sendiri memang mengharuskan pada lokasi yang mudah terlihat dan terjangkau serta dapat mengkover seluruh daerah apabila sewaktu waktu terjadi kebakaran.

Bertanya & Konsultasi?
Semua Produk & Jasa Kami
Lihat Semua
Halaman Kontak
Menuju Halaman

 

Hydrant Box penempatan biasanya dalam gedung (Indoor) dimana selang pemancar air dan Nozzle pemancar telah diletakkan dalam Box merah dan dapat segera disambungkan dengan sistem hydrant sehingga bisa ditarik ke lokasi kebakaran untuk dilakukan pemadaman. sedangkan Hydrant Pillar penempatan biasanya diluar bangunan (Outdoor) dimana Hydrant ini dapat disambungkan dengan selang menuju kendaraan pemadam kebakaran sebagai sarana penyuplai air untuk mobil pemadam kebakaran serta dapat juga digunakan untuk melakukan pemadaman di sekitar lokasi kebakaran.

Firesystem.id - Hydrant dan Safaty Equipment

 

Sistem Hydrant sendiri sebetulnya tidak segampang yang terlihat karena pada dasarnya sistem Hydrant sendiri terdiri dari beberapa komponen yang digabung menjadi sebuah sistem yang dapat mengalirkan air ke suatu lokasi apabila terjadi kebakaran sehingga akan lebih mudah melakukan proses pemadaman.

Baca juga: Wajib Tahu! Peran dan Fungsi Hydrant

Sistem Hydrant yang terlihat pada suatu lokasi baik Indoor maupun Outdoor merupakan bagian terakhir dari sistem hydrant yang dapat digunakan sewaktu terjadi kebakaran. Alat ini memiliki sistem instalasi yang terintegrasi dengan komponen pendukung lainnya seperti Rumah Pompa, Pipa Bertekanan serta Pipa utama pengalir air, artinya pemasangan sistem hydrant ini membutuhkan perencanaan yang matang dan bukan sekedar penempatan hydrant Box maupun Hydrant Pillar.

Ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sistem fire hydrant :

  1. Marking Lokasi
    yaitu pemetaan terhadap lokasi untuk penempatan posisi hydrant box maupun hydrant pillar dalam arti jauh dekatnya dengan lokasi bangunan, mudah terlihat, gampang dijangkau dan tidak mengganggu aktifitas dan fungsi dari tempat tersebut.
  2. Keberadaan Pipa Pengalir Air
    yaitu adanya pipa pengalir air ke seluruh titik yang telah ditentukan untuk ditempatkan hydrant box dan hydrant pillar sehingga setiap area yang telah dilengkapi dengan sistem hydrant akan terjangkau oleh aliran air
  3. Jalur pipa memiliki Akses Khusus
    Artinya Pipa pengalir air untuk sistem hydrant merupakan jaringan pipa tersendiri yang tidak boleh digabungkan dengan sistem jaringan air lainnya. hal ini agar akses air ke hydrant box

Pemeliharaan Hydrant

Sistem fire hydrant perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, tes dan survei untuk membuktikan bahwa sistem hydrant dapat bekerja dengan baik. sistem hydrant harus diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan bahwa alat alat serta komponen pendukung lainnya dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu keselamatan dalam memadamkan kebakaran. Adapun hal-hal yang harus dilakukan pemeriksaan meliputi:

  1. Tempat Penyimpanan Air
  2. Pump Set
  3. Pipa dan Valve
  4. Hydrant Valve dan Coupling
  5. Fire Hose dan Nozzle

Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka seluruh kriteria diatas harus dilakukan pengecekan secara rutin dan berkelanjutan agar sewaktu-waktu ditemukan keanehan atau kerusakan dapat segera ditanggulangi agar sistem hydrant dapat dipergunakan sebagaimana mestinya ketika terjadinya ancaman bahaya kebakaran.

Komponen Hydrant dan Fungsinya sebagai Media Output Air

Firesystem.id - Pembahasan Hydrant dan Safaty Equipment

 

 

  1. Unit Tangki atau Reservoir
    Tangki penampungan ini dalam sebuah gedung yang bertingkat biasanya diletakan di basement atau di bawah tanah. biasanya posisinya berdampingan dengan alat pompa air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaliran air dari pompa ketangki penampungan sehingga jaraknya dibuat lebih pendek. Sementara untuk kapasitas penampungan airnya ini tidak sama.masing-masing tangki ukurannya berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas dari gedung tersebut.
  1. Jockey pump unit
    Ini adalah komponen untuk penggerak awal saat stop valve hydrant box terbuka. Selain itu fungsi dari komponen ini adalah untuk menstabilkan tekanan aliran air dari pipa  jenis wet riser system.
  1. Electric Pump Unit
    Komponen ini fungsinya hampir sama dengan jockey pum tapi ini adalah sebagai lanjutan jika jockey pump sudah tidak bisa lagi memberikan suplai air yang cukup. Seperti juga namanya maka electric pump unit menggunakan daya listrik tertentu untuk mengalirkan air.
  1. Diesel pump unit
    Alat ini berfungsi sebagai pendorong terakhir dalam sebuah sistem pemadam kebakaran. Untuk cara kerjanya, diesel pump ini masih menggunakan starting pressure switch yang menggunakan bahan bakar sendiri tanpa mengandalkan aliran listrik. motor penggerak dari diesel yang dirakit menjadi kesatuan diesel pump.
  1. Instalasi Hydrant Unit
    Dalam sebuah sistem pemadam kebakaran gedung-gedung bertingkat tinggi, hydrant unit memiliki saluran pipa-pipa yang berasal dari tangki air menuju ke berbagai box hydrant yang tersebar di seluruh titik yang ada di gedung tersebut. Pada umumnya hydrant instalasi ini diletakan pada sebuah ruangan shaft sendiri.
  1. Unit Penurunan Tekanan
    Ini adalah komponen yang berfungsi untuk membuat tekanan pada setiap pipa stabil hingga sampai ke box hydrant. Hal ini penting karena tekanan sebanding dengan ketinggian. Jadi semakin tinggi box hydrant itu berada maka tekanannya akan semakin besar.
  1. Hydrant Box Unit
    Ini adalah komponen fire hydrant yang langsung berhubungan dengan operator. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan peralatan pemadam api yang harus selalu siap kapan saja digunakan.

 

Di dalam komponen ini terdapat beberapa alat seperti:

  • 1 buah connector + stop valve ukuran 1 ½,
  • 1 buah connector + stop valve ukuran 2 ½,
  • 1 roll dengan panjang minimal 30 meter,
  • Sebuah Nozzle,
  • Sebuah break glass fire alarm,
  • Satu unit alarm bell,
  • Sebuah emergency phone socket,
  • Satu unit lampu indikator.

Instalasi Outdoor

jika poin sebelumnya dibahas mengenai instalasi indoor, maka pada paragraf kali ini akan membahas tentang instalasi luar gedung. prinsipnya sama, hanya material menggunakan hydrant pillar sebagai output air. ukuran keluaran air pada hydrant pillar adalah 2,5 inch. biasanya disebelah hydrant pillar ada siamese connection yang berfungsi mengalirkan air dari mobil pemadam jika kondisi air dari tandon habis. dan hydrant box tipe C untuk meletakkan peralatan hydrant.

 

Kelebihan Fire Hydrant

  • Mampu memadamkan api dalam skala besar, system hydrant yang dibangun tentunya memperhatikan luas lokasi yang diproteksi. Semakin besar jaringan yang dibangun maka semakin luas pula daerah yang bisa dijangkau. Terlebih dalam satu selang bisa mencapai jarak 30 meter dan bisa disambung jika jarak tempuhnya lebih panjang.
  • Penanganan kebakaran cepat, setelah ada titik api yang terdeteksi dalam sebuah bangunan tim pemadam akan dapat segera mengambil tindakan untuk memadamkan api. Letak output fire hydrant berada di tempat-tempat strategis sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari dan segera melakukan action pemadaman api.
  • Penggunaan mudah, peralatan hydrant umumnya memiliki dokumen-dokumen tentang cara penggunaan yang direkomendasikan. Selain itu, dari kontraktor proyek instalasi fire hydrant juga biasanya melakukan basic training cara penggunaan alat-alat fire hydrant sehingga siapapun dapat mengoperasikannya.

 

 

Kekurangan Fire Hydrant

  • Biaya instalasi tidak sedikit, untuk membuat satu jaringan fire hydrant di sebuah tempat paling tidak perusahaan membutuhkan dana minimal seratus juta. Biaya ini tentunya besar jika dilihat secara nominal, namun bayangkan apabila tidak ada system fire hydrant, berapa kerugian aset yang ditimbulkan jika terjadi kebakaran? Tentunya mungkin akan lebih besar.
  • Hydrant Equipment banyak, dalam sebuah instalasi fire hydrant terdapat banyak perangkat yang bekerja sebagai satu kesatuan system yang utuh. Antara lain pompa, pillar, box, pipa-pipa, selang, nozzle dll. Perangkat tersebut memiliki karakteristik tersendiri dan membutuhkan inspeksi secara berkala untuk mengetahui apakah alat tersebut masih berfungsi dengan baik atau tidak.
  • Perawatan Berkala, untuk memastikan jaringan instalasi system fire hydrant bekerja dengan baik harus dilakukan inspeksi berkala untuk kemudian diterbitkan laporan mengenai jalannya testing. Jika ditemukan kerusakan, kebocoran atau masalah lain dalam jaringan. Maka harus dilakukan maintenance terhadap temuan tersebut. Sehingga fire hydrant dapat digunakan kembali dengan sebagai mana mestinya.

Peralatan Safety atau safety equipment dalam industri kerja

Peralatan Safety atau safety equipment adalah alat-alat yang dibutuhkan untuk keselamatan kerja. Keselamatan kerja yang melingkupi seluruh badan dan jiwa manusia dalam dunia kerja khususnya maupun dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan yang namanya peralatan safety.

Ada banyak jenis, type, merk maupun kegunaan dari peralatan safety menurut fungsinya, mulai dari pelindung kepala, pelindung badan, pelindung telinga, pelindung mata, pelindung tangan, pelindung kaki,dll.

 

Bertanya & Konsultasi?
Semua Produk & Jasa Kami
Lihat Semua
Halaman Kontak
Menuju Halaman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian